Laman

Senin, 30 Mei 2016

Jangan Malu Memulai Pekerjaan Mandiri

Langkah strategis pertama kali untuk berkerja adalah pemetaan wilayah, potensi, kemampuan diri, keselarasan dan perkembangan situasi juga mental
 Salah satu penyakit mental untuk mandiri bekerja adalah sulitnya untuk memulai.
 Sebetulnya bukan gengsi karena bergelar sarjana, hanya karena mereka tidak tahu bahwa di luar negeri yang S3 saja mau menjadi tukang binatu cuci pakaian. Menurut Writers Authors Di Amerika pekerjaan mengantar Pizza juga dilakukan Direktur perusahaan sekelas Warren Buffet bukan karena miskin tapi karena gemar kerja dan menabung. Saya aja petani di Amerika dan kerja lapangan untuk menghasilkan lahan. Di Jakarta / Indonesia rumah saya di Pondok Indah. Tidak ada yg salah dengan gemar bekerja halal dan menabung every sinle penny. Sedang menurut
Setyo Widodo Di kota Roma Italia hati-hati ngobrol "bak Filsuf Yunani" kalo naik trem atau bis turis kota, salah-salah kita diluruskan oleh sopir /masinis karena mereka rata2 lulusan Fakultas Sastra/ filsafat, ada juga yg S2 dan S3, bukan gelar mahal/bergengsi.
 Hambatan kegagalan bekerja mandiri salah satunya adalah kekhawatiran akan ketidakjujuran orang lain dan diri sendiri. Sedang di negara maju ketidakjujuran tak disinggung sama sekali karena baginya yang tidak jujur itu sudah kuno.Contoh contoh kekhawatiran bekerja mandiri adalah takut ditipu, takut dibohongi, takut rugi, takut tidak laku, takut hilang dsb. Itu sebetulnya kekhawatiran akan ketidakjujuran orang lain dan diri sendiri.
 Sebab pada hakekatnya bekerja itu adalah layanan jasa dan produk bagi yang membutuhkan.
 Dan lebih dasyat lagi bila kini orang cina mengangap tantangan adalah modal yang dibutuhkan .Keselarasan adalah relefansi potensi diri dan kebutuhan orang lain. Jadi bukan harus modal besar.