Lalu aku trenyuh, ikutan nelangsa, tersenyum pahit, teriris kepedihan, dan menerawang , membayang. Kemudian aku terbakar , nafsu , gelora membara, semangat mengepal tangan , siap siaga. Lalu aku baca puisimu , aku kasemsem, tertarik, rindu, cinta, jatuh tresna, menghayal . Seandainya, umpamanya, apabila , ah memang puisi membuat hasrat menyala. Apalagi si dia (rahasia) yang menulisnya.