Laman

Rabu, 09 Oktober 2019

Interprestrasi = Tafsiran,

Interprestrasi = Tafsiran,

Tempe.

Jangan dahulu mengambil kesimpulan akan status orang lain itu buruk sebab bahasa tulis dan lisan berbeda maksud. Kalau orang Surabaya bilang "Asem Kowe!" yang diajak bicara malah tertawa senang. Sedang bahasa tulis beda interprestasi, tergantung dari pada siapa lawan dialog. Begitu juga orang Jawa tengah yang sudah terbiasa ngomong "asu kowe" , tampak seperti latah, padahal kalau ketemu orangnya Anda akan kaget ternyata yang suka ngomong "Asu!" itu orang baik-baik.

Agaknya positifthinking diperlukan dalam pergaulan face boox.

namun demikian ada bahasa halus padahal tujuannya menghina, sedangkita yang baca tidak merasa dihina atau dimarahi. Misalnya, kata "tempe" . Oleh karena itu berpikir dan berprasangka positih lebih bahagia, kita potitif thinking saja. (rg bagus warsono, 10-10-19)