Padahal aku sudah katakan pada calon istriku doeloe, penyair ga ada duitnya, penyair itu hanya kaya imajenatif, penyair itu hanya kaya bahasa, pendek kata aku ini melarat, tetapi calon istriku tetap saja 'ngganduli' aku.
Suatu ketika (setelah 20 tahun) aku menunjukan buku karyaku yang dibeli penerbit, apa jawab istriku, puisimu tak seindah pendapatannya!