Laman

Sabtu, 25 Juli 2015

Sama-sama tidak laku dijual.


Inilah ironisnya, minat masyarakat yang tinggi terhadap sastra bukan berarti minat membeli buku bertambah. buktinya aku menemukan buku-buku sastra dengan terbitan penerbit terkenal di kaki lima dengan harga murah dan jauh dibawah harga di toko buku terkenal. Selidik punya selidik, ternyata buku yang kurang laku di toko buku terkenal akan direktur , dihitung, dan dikembalikan pada penerbitnya. Penerbit yang menanggung kerugian kemudian setelah lama menjadi isi gudang disalurkan pada pedagang kaki lima dengan harga murah meriah. Jadi jangan bangga dengan peluncuran buku dengan mewah atau bukunya diterbitkan atau dijual di toko buku terkenal , hasilnya sama dengan kita-kita orang (penyair pinggiran) yang rejekinya pas-pasan.