Setahun kerja sebanyak 560 Anggota DPR RI sejak dinlatik 1 Oktober 2014 tidak ada arti apa-apa bagi rakyat kecuwali utak-atik peraturan dan undang-undang yang justru bikin kacau kehidupan bernegara.
Kalau Pemerintah buta atau tidak melihat, sebetulnya sudah terlihat jelas dan perlu ditangkap sebagai kerja pemerintah yakni bagaimana dapat membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya di negeri sendiri. Membuka impor barang adalah megurangi tenaga kerja yang berujung PHK karena terdesaknya produsen kita dengan barang-barang impor.
Upah yang murah adalah pelecehan pegusaha dikarenakan kurangnya lapangan kerja. "Silahkan digaji segitu sudah untung, mau kerja dimana lagi?" katanya.
Sebagai contoh sebelum tahun 2000 di Jatiwangi Majalengka terdapat banyak pabrik genteng yang mempekerjakan puluhan ribu karyawan, kini pabrik pabrik itu hanya kenangan, yang tinggal hanya cerbong asap pembakaran geteng yang menjulang bak tugu saksi kehidupan.
Orang Pleret Cirebon adalah orang- orang terampil yang pandai merangkai rotan mejadi mebelair yang diakui di dunia , kini ribuan orang nganggur karena pegusaha rotan banyak yang gulung tikar. Kenapa? karena ekspor yang sudah berjalan tak dipelihara dan dikembangkan malah diputus hubungan dagangnya.
Kalau Pemerintah buta atau tidak melihat, sebetulnya sudah terlihat jelas dan perlu ditangkap sebagai kerja pemerintah yakni bagaimana dapat membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya di negeri sendiri. Membuka impor barang adalah megurangi tenaga kerja yang berujung PHK karena terdesaknya produsen kita dengan barang-barang impor.
Upah yang murah adalah pelecehan pegusaha dikarenakan kurangnya lapangan kerja. "Silahkan digaji segitu sudah untung, mau kerja dimana lagi?" katanya.
Sebagai contoh sebelum tahun 2000 di Jatiwangi Majalengka terdapat banyak pabrik genteng yang mempekerjakan puluhan ribu karyawan, kini pabrik pabrik itu hanya kenangan, yang tinggal hanya cerbong asap pembakaran geteng yang menjulang bak tugu saksi kehidupan.
Orang Pleret Cirebon adalah orang- orang terampil yang pandai merangkai rotan mejadi mebelair yang diakui di dunia , kini ribuan orang nganggur karena pegusaha rotan banyak yang gulung tikar. Kenapa? karena ekspor yang sudah berjalan tak dipelihara dan dikembangkan malah diputus hubungan dagangnya.
Pemerintah dan DPR hanya tertawa melihat rakyatnya menjadi pemulung perabot bekas almunium, tembaga, timah, besi di tempat sampah, di negeri yang justru dikenal sebagai penghasil bahan baku perabot-perabot itu
Amerika yang luas saja jika lahan dibuat jalan tol maka dibuat lahan pengganti 2 x lipat, seumpama hutan maka dibuat hutan ditanah gundul, seumpama padang rumput, dibuat padang rumput lagi, dan seumpama tanah pertanian maka dibuka lagi tanah pertaian itu.
Ironis sekali Jokowi yang ngaku tukang kayu, bahkan insinyur kehutanan rela membiarkan kayu-kayunya di hutan terbakar.