Laman

Sabtu, 10 Oktober 2015

Dan Diyah pun terseyum malu padaku.

Ketika aku masih sekolah di SPG dulu di Indramayu, seorang teman tak ada dalam kelas setelah istirahat pertama. Teman-teman pun semua mencari. Sebagai teman yang tahu betul watak temanku yang tak ada dalam kelas itu, aku langsung mencari di ruang perpustakaan. Didapati temanku perempuan itu tengah menangis lemas diatas meja baca di ruang perpustakaan dengan berlinang air mata. Dia adalah Diyah. Tanpa pikir
panjang aku langsung memanggil teman sebangkunya utuk menghibur. Beberapa teman mengatakan bahwa Diyah putus cinta. Aku memeriksa ruang perpustakaa kalau-kalau ada sesuatu penemu sebab. Dan aku menemukan sebuah buku novel 'Salah Asuhan karya Abdul Muis yang sampulya basah oleh air mata. "Luar biasa" kataku dalam hati "ia megapresiasi" . Aku pun membawa buku itu ke dalam kelas dan menunjukan pada tema-teman bahwa Diyah bukan putus cita tetapi hayut dalam perasaannya membaca novel ini kataku pada teman-teman. Dan Diyah pun terseyum malu padaku.