Laman

Rabu, 05 Agustus 2015

Disupatani aja tidak mempan apalagi puisi


Sepertinya puisi-puisi harus melunak. Syair yang galak dalam 30 tahun tidak membawa perubahan. Tiada arti jari menekan pena hingga menebalkan kata, mengeluarkan butir keringat dan sampai darah menjadi tinta.
Kenapa? Jawabnya bangsa Indonesia itu orang sakti-sakti. Kuat dikritik, kuat disindir, kuat dihujat, kuat didemo, dan tak mempan 'disupatani'