Jika kita angkat anak buah sekalian anak buah itu mencapai apa yang yang dicita-citakannya walau anak buah itu melawan, dan pasti suatu saat akan merasa berterima kasih.
Inilah yang patut dipegang oleh semua orang. Jika kita disakiti orang kita harus merasa apakah pernah kita menyakiti orang lain.
Tahun 1965-1971 Si Bung masih berkuasa. Banyak anak buahnya yang menyakiti dirinya bahkan mengancam kedudukan dan keselamatannya.
Jika mau yang dari yang rewel, nyemengit, ugal-ugalan, atau sampai menghina oleh Si Bung akan dengan mudah "dislentik" mampus. Tetapi Si Bung tidak begitu. Tetap ia berbuat baik meski dirinya dikorbankan. Ia pandai mawas diri, ia banyak membuat sakit hati orang lain meski bukan kehenaknya, mungkin masalah wanita. Sehingga ia rela menerima semua itu. Bahkan anak buahnya yang melawan justru diberikan kesempatan karier yang bagus. Ia adalah guru yang baik, kalau mengangkat anak buah jangan tanggung tanggung sekalian menjadi orang.