Laman

Selasa, 25 Agustus 2015

Instrospeksi dan Optimisme Diri

Ketika menyadari kekeliruan atau kebodohan , maka hikmah itu adalah pengalaman yang dapat ditarik sebagai pelajaran, sebab pengalaman adalah guru utama sebagai pemebelajaran diri. Agar tidak terjadi pengulangan yang sama di kemudian hari, tetapi yang memungkiri kekeliruan dan kebodohan diri maka terpancar betapa kualitas intelektual terbatas dan tampak oleh orang lain sebuah kompetensi yang begitu rendah.
Bagiku sebagai seorang penulis, untuk terus belajar sepanjang hayat, dan berkawan sebagai bagian menimba dan menyiram, penimba dan penyiram ilmu karena tiada orang mengaku pintar tanpa direkomendasi orang lain
Ketika kita membangun Monas, betapa kita menepuk dada menyombongkan diri paling hebat, lalu Soekarno melihat Paris, dan Roma dan negeri-negeri Eropa ternyata disana masih banyak yang lebih dari Monas, pulangnya suruh kumpulkan pematung pematung untuk membuat patung-patung monumen agar tak kalah lagi, jadilah monumen patung-patung di Jakarta yang memperindah kota, Jadilah Jakarta kota paling Indah , kemudian Ia pamerkan Ganevo (Senayan) sebuah gelanggang terbesar, namun tak juga memenuhi kreteria terbesar didunia, ketika ia lihat negeri kecil di Eropa memiliki stadion yang sebanding. Oleh karena itu janganlah puas dengan karya diri dan mengaku terhebat , ditempat lain masih banyak orang pandai melebihi kita.
Anda tahu Imelda Marcos? Ia menyimpan banyak sepatu dan sandal selop merek terkenal dan mahal, namun sebetulnya ia orang tuli karena tak mendengar derita dan tangis sepatu dan sandal yang ditaruh di almari itu. Mereka menunggu saat kapan dipakai oleh majikannya. Kapan ia merasa dihargai meski di alas kaki. Mereka merasa ada ketidak-adilan majikan karena yang dimanja oleh majikan hanya sandal jepit !
Tahu kunang-kunang? apalah artinya cahaya kunang-kunang dibanding bulan bersinar, dibanding lampu mercury, atau lilin sekalipun. Ketika cahaya bulan terhalang daun rimbunan pohon di hutan, hanya gelap pekat di dalam hutan. Kunang-kunang didalam hutan di malam hari tetap bisa terbang kesana kemari mencari makan serangga malam. Cahaya kecil itu tak terpengaruh terhalangnya cahaya bulan, kunang-kunang tetap eksis dalam dunianya. Suatu filosof bahwa kita harus bangga dengan karya kita asalakan buatan sendiri meski kecil , tak tergantung orang lain.