Laman

Sabtu, 08 Agustus 2015

Aku suka

Jika menimbun barang bekas, pilihlah barang dari alumuniun, kuningan, timah, dan tembaga . Hanya karena kurang berat timbangan saja jadi tak terjual. Boboti karyamu dengan bernas . Aku suka itu.
Karya adalah pasar, komunitas adalah keluarga. Jika tak makan komunitaslah yang mengurusi, jika karya pasar yang mengadili.Bebaskanlah menjual karyamu seluas pasar dunia. Aku suka itu.
Tak ada yang buruk kecuali memburuki diri. Orang Solo mengajarkan pada kita , Temu ireng yang pahit saja jika diramu sebagai jamu mau diminum orang kaya di Jakarta. Nah jangan pernah berkecil hati , tetap optimis ! Aku suka itu.
Tembaga bukan memalsu emas, kata tembaga: "aku tetap tembaga. kau saja yang mengatakan aku emas palsu" , Biarlah kata orang ngomong apa saja , yang penting bukan plagiat . Aku suka itu..
Jika kau merasa emas, akan kesusahan diri di pasar perhiasan. Jangan mengaku diri emas walaupun kau memang emas, sebab ada pasar emas. Aku suka itu.
Jangan pernah berfikir aku adalah emas, plastik saja sudah cukup mahal, bahkan plastik bekas pun. Aku suka itu.
Tak ada kayu membusuk kecuali sentimen rayap. Tatal kayu pun berguna membakar masak serabi. Rehab dan inofatifkan karyamu suatu saat berguna. Aku suka 
Jangan sembunyi menjual pisang, sejelek pisang akan terjual. Pisang batu pun dibuat tapai. Manis dan disukai orang. Jangan sembunyi karyamu , jual-lah di pasar buah kau dapat bersaing dengan anggur sekalipun. Tetap aku suka.
Kau memiliki nafas sendiri. itu aslimu. Harum nafasmu aroma hasrat birahi. Kau miliki nilai tawar tinggi. Maharmu tinggi. Aku suka itu.
Pedas saja dicari . Lombok dan cabai juga mahal.

Tetaplah dengan ciri khasmu yang 'menggigit' itu. Aku suka itu.