Falsafah Blimbing Wuluh : Lebih baik berteman dengan yang saling mengerti.
Asam tetep saja Asam
Blimbing wuluh adalah buah yang memiliki rasa asam sering digunakan sebagai bumbu masakan dan campuran ramuan jamu.
Suatu ketika Blimbing Wuluh ingin naik kelas, dan ingin agar ikut bersama majikannya kemana pergi. Berbuatlah Blimbing Wuluh untuk menyenangkan majikannya. Buahnya makin lebat, daunya indah merangkai buah, bunganya coklat, merah keputihan pendek kata sangat indah. Ketika tamu-tamu datang sang majikan pun memperlihatkan Blimbing Wuluh yang menawan itu. Katanya Blimbing Wuluh ini tidak saja berguna untuk masak sayur tetapi juga untuk kesehatan dan lain-lain. Semakin GR aja Blimbing Wuluh kini. Ia pun semakin mempercantik diri.
Suatu ketika sang majikan hendak rekreasi bersama teman-temanya. Tentu Blimbing Wuluh akan diajak ikut serta. Semakin mempesona lah penampilan Blimbing Wuluh, buahnya makin lebat dan ada juga yang ranum yang akan membuat siapa pun ingin memetiknya.
Ketika tamu itu datang di hari minggu pagi hendak berangkat bersama-sama rekreasi tak seorang pun menyebut tanaman itu, apalagi mendekati, menoleh juga tidak. Persiapan majikanya untuk rekreasi sama sekali tidak memikirkan Blimbing Wuluh. Bahkan nyonya rumah yang biasa tiap sore menyiram Blimbing Wuluh pun tak menghiraukan Blimbing Wuluh. Yang dibawa adalah pisang, jeruk, apel , anggur dan duku. Blimbing Wuluh hanya melongo tak diajak. Ia menangis sedih, menyesali diri dan meratap. "Asam tetap saja asam" katanya. Lalu ia tersenum katanya lebih baik berteman dengan garam , terasi, lombok, atau bawang yang sama-sama saling mengerti.
