Laman

Senin, 24 Agustus 2015

Ketika kita membangun Monas, betapa kita menepuk dada

Ketika kita membangun Monas, betapa kita menepuk dada menyombongkan diri paling hebat, lalu Soekarno melihat Paris, dan Roma dan negeri-negeri Eropa ternyata disana masih banyak yang lebih dari Monas, pulangnya suruh kumpulkan pematung pematung untuk membuat patung-patung monumen agar tak kalah lagi, jadilah monumen patung-patung di Jakarta yang memperindah kota, Jadilah Jakarta kota paling Indah , kemudian Ia pamerkan Ganevo (Senayan) sebuah gelanggang terbesar, namun tak juga memenuhi kreteria terbesar didunia, ketika ia lihat negeri kecil di Eropa memiliki stadion yang sebanding. Oleh karena itu janganlah puas dengan karya diri dan mengaku terhebat , ditempat lain masih banyak orang pandai melebihi kita.