Tak ada satu pun dalam puisi-puisiku menyebut namamu....Tetapi dalam setiap judul-judul itu sebetulnya ada bayang-bayang senyummu, dan aku sadar sebetulnya puisi bukanlah penyampaian isi hati cinta saja, lebih dari itu apa yang aku lihat adalah puisi. Meski bayang bayang (kau) menggoda, di puisi-puisi puisiku tak akan ada namamu. Namun aku akui namamu menempel di setiap print out lembar-lembar itu.