Laman

Kamis, 10 September 2015

Rasa seni

Rasa seni
Susah juga menilai pekerjaan seorang guru yang cantik.
Rasa seni di hatiku bergelut antara kejujuran dan keindahan. Disinilah subjektifitas dan ojektifitas seseorang diuji. Rasa seni yang kumiliki terkadang mengalahkan segalanya, bukankah cantik juga sebuah keindahan yang erat hubungannya dengan seni. Kejujuran tinggal kejujuran seni adalah seni. Tetapi seni adalah pengakuan. Jadilah semuanya menjadi indah dan nilaipun seindah kecantikannya. Untunglah aku tidak gugup menghadapinya. Namun angka-angka segan menulis nilai jujur. Rasa seni diatas segalanya. Seniman tak boleh memberi keputusan jelek dan bagus. Tetapi selalu bagus. Akhirnya tangan menulis sendiri angka 10 (sepuluh) dengan kreteria 'A (amat baik). Kejujuran seniman patut dipertanyakan. Mestinya objektif saja, tetapi rasa seni itu juga objektif , jadilah yang cantik tertolong oleh kecantikannya, salah siapa. Semoga tak terulang lagi, Namun juga penasaran ingin menikmati lagi. Bukan ini bukan korupsi tetapi gejala diskriminasi yang berkaitan denganketidakadilan. Maafkan aku yang tak dapat terlepas dari rasa seni dan keindahan itu.