Laman

Selasa, 15 September 2015

Suka-suka juga pilih pengarang buku sastra.

Suka-suka juga pilih pengarang buku sastra.
Untungnya pengarang kita tak berebut pembaca. Andai tak ada media elektronik (tv, radio, internet) bisa mungkin monopoli pengarang. Terus terang aku suka pengarang cantik, kau suka pengarang populair, aku suka pengarang angkatan pujangga, aku suka pengarang 'mbeling' kau suka pengarang dari sahabat dan kenalanmu, aku suka pengarang yang masih familiku sendiri. Suka-suka juga pilih pengarang buku sastra. Tetapi sahabatku semua suka asal bukunya disukai. Hanya karena sentimen saja Mas 'Pram' (pramudya anananta toer) doeloe tak boleh disuka.