Dari "Jakarta Tak Mau Pindah"
Hujani Saja Dua Jam Jakarta
Terik membuat debu bertebaran bercampur
Asap rokok yang mengepul dari sopir yang tiada henti .
Dan puntung-puntung rokok menyumpal lubang air menuju selokan.
Dan tangan-tangan yang mencintai kebersihan sembunyi-sembunyi membuang sapah di saluran pembuangan sambil mata kesana-kemari
Karena takut ditegur malu. Kemudian ibu-ibu membuang sampah di sungai malam hari agar tak merepotkan petugas kebersihan.
Pemulung pun mengobrak-abrik bak sampah mencari sesuatu.
Hingga sampah berterbangan sampai taman-taman.
Dan Petugas kebersihan merasa capai, daun kering hanya dikumpulkan di sudut jalan yang tak kelihatan.
Karena upah tak seimbang memikul beban berat dan bau sampah.
Lalu truk angkutan sampah telat datang dan hanya lewat di bak sampah besar.
Katanya, baru saja pagi diambil.
Hujani saja dua jam Jakarta
Air menggenang jalanan menjadi sungai.
Rg Bagus Warsono 2014

