Laman

Selasa, 15 September 2015

Tak ada antologi hebat kecuali promosinya yang hebat.

Tak ada antologi hebat kecuali promosinya yang hebat.
Peluncurannya mengundang ratusan undangan hadir. Yang tak dapat undangan juga panitia mengundang. Disamping snak juga makan siang, di tahun 2000-an. Disamping mengundang beberapa tokoh juga kritikus kenamaan, diundang pula redaktur budaya, wartawan liputan budaya. Spanduk , barner dan baliho dipasang. Gambar buku dan pengarang. Slogan dan pesan keagungan. 100 juta rupiah kata teman. Sehari meledak, seminggu bau mesiu, sebulan dibicarakan , setahun disinggung , selang lima tahun nama buku dan nama pengarang ditelan waktu akhirnya sama dengan antologiku. Kasihan.