Laman

Sabtu, 28 November 2015

Dongeng Butho Ijo dan Pangeran Puisi, Rotadenawa Joget

Dongeng Butho Ijo dan Pangeran Puisi,
Rotadenawa Joget
..........................
lalu pangeran muda itu menulis puisi
syair memuja raja kaksasa Rotadenawa
Syairnya diberikan pada Sinden Mimi Ayu
untuk dilagu-tarikan grup seni Putra Sangkala.
...........................
Tak lama kemudian terdengar sayup-sayup tembang
klasik tapi dangdut
membuat Raksasa Rotadenawa manggut-manggut
yang lagi tiduran sampil megang perut
dan tertawa terbahak senang ."Hua ha ha, hua ha ha...."
.............................
Lihat jari kaki Raksasa Rotadenawa itu bergerak-gerak...
mengikuti irama klasik dangdut
Raksasa itu bangun kemudian menari
mengikuti grup musik-tari klasik dangdut pergi
................................
................................
Rakyat di barisan belakang ikut menari
gembira karena Rotadenawa pergi
Hutan pinggir desa itu kini ditinggal Butho Ijo Rotadenawa
Pergi karena syair Pangeran Puisi.
Hua ha ha hua ha ha ha ..................
(rg bagus warsono 2014)