Laman

Sabtu, 28 November 2015

Tetaplah pada pendirian kita masing-masing

Kalau memang ia pelaku sastra, ada buktinya, ada daftarnya, ada karyanya kenapa dihilangkan, bersikap jujurlah menjadi penulis sejarah. Toh tidak rugi tidak apa.
Pokoknya sipapun dan dari mana asal-usul keturunannya yang jelas Warga Negara Indonesia ia berkarya sastra dan karyanya dinikmati masyarakat, ia adalah sastrawan Indonesia. Bagiku Kho Ping Hoo adalah angkatan 45.
Bedanya hanya ke-Istimewanya karya yang diciptakan itu, keistimewaan adalah bentuk pengakuan yang diberikan dengan rasa tanggung jawab secara ilmiah pada keilmuan kesusastraan dan perkembangannya. (tidak asal bunyi)
Ibarat sinden (sebutan biduan di grup musik tradisional) ada yang populair ada yang hanya dikenal di daerah asal grup musik itu. Kepopulairan sinden itu beberapa faktor misalnya keturunan, memiliki suara emas, dibawa grup musik terkenal, pernah rekaman, pormonya gencar, dan bisa juga cantik dll.
Oleh karena itu tetaplah pada pendirian kita masing-masing, jika menulis terus menulis jangan terputus sebab 'diantara anak-anak (karya) yang dilahirkan akan terdapat putra terbaik, gemilang, cemerlang, dan penuh bintang, kaya sejahtera dan senantiasa sentosa selamanya.
(pinjam katamu Mas Ninoy Karundeng)