Bahasa tulis kadang salah tafsir, apalagi bukan tulis tangan, Doeloe
bersurat cinta adalah budaya remaja, tulisannya diukir indah, dengan
frase yang indah pula. Kini semua serba pencet-pencet saja. Saking
cepetnya hingga salah pencet, akhirnya maksud kalimat menjadi salah
maksud ketika dibaca. Salah ejaan Bahasa Indonesia mengakibatkan salah
tafsir. Tetapi aku slalu berfikir positif ketika berjumpa dengan
orangnya betapa tulisan berbeda dengan kepribadian orang itu bahkan
sangat baik.