Laman

Jumat, 09 September 2016

Bahasa tulis kadang salah tafsir

Bahasa tulis kadang salah tafsir, apalagi bukan tulis tangan, Doeloe bersurat cinta adalah budaya remaja, tulisannya diukir indah, dengan frase yang indah pula. Kini semua serba pencet-pencet saja. Saking cepetnya hingga salah pencet, akhirnya maksud kalimat menjadi salah maksud ketika dibaca. Salah ejaan Bahasa Indonesia mengakibatkan salah tafsir. Tetapi aku slalu berfikir positif ketika berjumpa dengan orangnya betapa tulisan berbeda dengan kepribadian orang itu bahkan sangat baik.