Laman

Rabu, 09 Agustus 2017

Tentang Kemajuan Sastra Kita

Penyair kapan pun masanya melekat dengan dunia pendidikan, bahkan sejak zaman kerajaan Singosari. Jadi alangkah baiknya jika penyangga itu harus selalu dilibatkan baik sebagai objek maupun subjek sastra. Ingat bahwa penyangga terbesar masa depan sastra indonesia adalah pendidikan

Roadshow, Lauching, Bazar, Pentas, Antologi Bersama, Seminar, Bedah Buku, Musikalisasi, Pameran, Lomba baca, Lomba Menulis, Shoothing Baca, dll adalah kegitan positif dalam rangka memelihara sastra Indonesia yang justru kebanyakan dilaksanakan oleh masyarakat dan bukan oleh pemerintah.

Ketika orang beramai-ramai ingin menjadi warga negara ruang angkasa adalah gejala kehidupan modern yang pasti akan ditanggapi kalangan sastra. Dikarenakan sastra berkembang tidak hanya mengiringi zaman tetapi juga kadang melampaui masa. Sebagaimana penyair Tan Lioe Ie menulis tentang masa depan sebelum orang banyak ingin menjadi warga negara angkasa.

Ujung kegiatan positif itu adalah apresiasi masyarakat yang berimbas pada personal penyairnya yang berjerih payah memajukan sastra, sebuah promosi yang baik yang patut menjadi contoh untuk perkembangan nama seseorang. Namun demikian jangan sampai berhenti di satu pijakan itu saja. Pasalnya gelombang sastra terus berubah-ubah seiring kemajuan kehidupan dunia ini