Laman

Selasa, 12 Juli 2016

"Kiat menjual buku antologi" .

Anda pernah jual 1 exemplar buku antologi 3 jt rupiah? Atau Anda pernah menukar 1 buku antologi dengan 1 mensin tik? Atau Anda pernah diminta mengirim 1 buku antologi kamu dikasih proyek 25jt?

Bagi sastrawan kenaman menjual buku antologi memang begitu mudah dan tidak repot. Contohnya WS Rendra. Selain itu belum ada yang dapat menyamainya.

Dalam kebuntuan acara di sebuah seminar pendidikan , aku tampil membaca puisi , kejadian di Bandung. Kupilih puisi yang cocok kala itu sebagai hiburan. Alhamduillah sambutan begitu meriah dan aplaus untukku.Setelah membaca puisi aku pamerkan buku antologi yang dibaca itu. " Jika berminat silahkan mengganti ongkos cetak berapa pun penghargaan Bapak/Ibu terhadap seni. Buku antologi puisi ini aku membawa 10 buku, acungkan tangan Bapak dan Ibu yang berminat? kataku sambil menghormat semua peserta. Begitu aku melihat, Seluruh peserta mengacungkan tangan. Pada saat itu sekitar 400 peserta hadir , bahkan penyaji materi dan panitia pun mengacungkan tangan. Itulah sekedar memahami moment penting untuk kiat jual buku.

Ketika aku menjadi pemateri kurikulum di kecamatan Karangapel aku bagi-bagikan sekitar 12 buku antologi gratis sengaja aku bawa sedikit karena menjadi satu dengan tas latop. Lalu aku suruh salah seorang peserta membaca puisiku di halaman puisi yang berisi puisi pendek di depan. Setelah itu aku beri tepuk tangan semua peserta untuknya. Kemudian aku ulas puisi dan pembacanya itu. Setelah yakin peserta memahami makna puisi aku tulis no hpku di papan tulis, " Silahkan yang berminat, yang belum memiliki, berikan alamat sekolah Bapak/Ibu ke nomor ini, bukunya akan dikirim kesekolah" hanya ganti ongkos cetak 50 rb rupiah kontan" kataku mengakhiri materiku. (Ini sambil menyelam makan roti)

Yang jual eceran jangan penyairnya.
Suatu waktu aku mengorbankan 200rb untuk seorang yang bersedia mengedarkan antologiku dalam 2 hari dengan pinjaman motor dan bensin dariku, targetku hanya setiap hari orang itu mengunjungi 10 sekolah. Ketika dalam 2 hari itu ada 10 sekoleh membeli buku maka aku tambah 2 hari lagi.
Perhitungkan harga dengan upah dan bensin , kemudian cari anak muda yang tengah nganggur dan nurut diatur. Ia akan mersa senang mendapat job walau kecil. Bahkan anak muda itu terkadang minta kerjaan lagi. (Ini memang spekulasi , tetapi juga jika serius ada untungnya).