Laman

Selasa, 12 Juli 2016

Menanti wajah ayah

Menanti wajah ayah
Semakin dekat lebaran ke stasiun
ia menatap dus dus bawaan penumpang
pajrcel, baju dan makanan lebaran
lalu lalang becak menjemput barang
menatap wajah wajah berseri
tak ada wajah ayah hari ini
dan hari-hari lalu
menatap kereta tiba hingga sore
serta jendela-jendela gerbong
tak ada wajah ayah
bukan hari ini datang
semakin dekat lebaran di gerbang desa
yang tampak semua ayah tetangga
semakin dekat lebaran di ujung jalan
ibu menahan air mata
Bilakah besar nanti
aku pergi dan kembali membawa dus-dus itu
berkumpul di hari lebaran
(1975)